Halo semuanya! Saya Natanael Rogate Pandapotan. Saya masih berusia 13 tahun yang duduk di kelas 7. Karena ada pandemi COVID-19 ini, semua siswa harus mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah mereka masing-masing. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya selama mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah.
Pada awalnya, saya masih merasa senang karena tidak perlu datang ke sekolah. Saya bisa bermain handphone sampai puas dan mengira bahwa tugas yang diberikan tidak terlalu banyak. Tapi, lama-kelamaan, saya menjadi sangat bosan di rumah. Kita semua tak bisa pergi keluar rumah karena persebaran COVID-19 sudah makin luas. Oleh sebab itu, kami semua tak berani keluar rumah.
Pada minggu pertama pelaksanaan PJJ, belum ada jadwal pembelajaran. Jadi, saya merasa bingung karena ada banyak tugas dari berbagai mata pelajaran yang diberikan dalam satu hari. Saya sangat sulit membagi waktu saya untuk mengerjakan tugas yang sangat banyak jumlahnya. Tadinya saya mengira bahwa saya bisa bermain handphone saya sampai puas. Tapi kenyataannya, pada minggu pertama saya tidak terlalu sering bermain handphone karena harus mengerjakan tugas yang menumpuk. Keluarga kami juga sedang berduka karena ayah saya meninggal akibat COVID-19.
Di minggu-minggu selanjutnya, pihak sekolah sudah membuat jadwal PJJ, sehingga saya merasa tugas yang diberikan sudah tidak terlalu berat. Saya juga lebih mudah mengatur waktu saya untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru. Oleh karena itu, saya pun sudah bisa membagi waktu saya antara belajar (mengerjakan tugas) dengan bermain handphone. Jika tugas belum selesai, saya tidak akan bermain handphone.
Walaupun merasa sangat malas, saya harus tetap semangat belajar. Ayah saya selalu mendukung saya dan semua saudara saya untuk mencoba hal-hal baru yang positif dan bermanfaat serta memotivasi kita untuk belajar dan jadi yang terbaik. Ayah selalu bilang bahwa kita harus belajar keras sampai kita berada satu langkah di depan orang-orang : "Jika orang baru mengerti A, kita sudah harus mengerti B".
Dengan adanya pandemi COVID-19, saya menjadi lebih dekat dengan keluarga saya. Saya juga bisa mencoba hal-hal baru dari orang-orang terdekat saya. Tapi, saya merindukan teman-teman saya, rindu pergi jalan-jalan, dan lain-lain. Saya pun merasa SANGAT bosan. Dengan adanya PJJ, kita semua tetap bisa belajar dan berkomunikasi dengan guru dan teman-teman. Saya berharap semoga PJJ tetap berlangsung selama kami berada di rumah karrna pandemi COVID-19 agar kami semua (siswa/i) tetap bisa mendapatkan ilmu-ilmu dan wawasan baru dari berbagai bidang
Di rumah, saya suka memasak. Semua resep dari buku resep ibu saya sudah saya coba. Hampir semuanya gagal. Tapi ada beberapa juga yang berhasil. Jika gagal, saya harus tetap memakannya. Tak baik membuang makanan! Jika berhasil, saya membuatnya lagi dengan jumlah yang lebih banyak/besar. Saya juga suka bermain gitar. Saya memainkan lagu-lagu yang sudah saya tau maupun mencoba memainkan lagu-lagu yang saya baru tau. Saya juga sering membuat lagu saya sendiri, tetapi saya langsung lupa 😂.
Sekian cerita pengalaman saya. Semoga pandemi ini bisa berakhir dan semuanya sehat serta berada di dalam lindungan Tuhan. Terima kasih telah membaca blog ini. SAMPAI JUMPAA!!
Pada minggu pertama pelaksanaan PJJ, belum ada jadwal pembelajaran. Jadi, saya merasa bingung karena ada banyak tugas dari berbagai mata pelajaran yang diberikan dalam satu hari. Saya sangat sulit membagi waktu saya untuk mengerjakan tugas yang sangat banyak jumlahnya. Tadinya saya mengira bahwa saya bisa bermain handphone saya sampai puas. Tapi kenyataannya, pada minggu pertama saya tidak terlalu sering bermain handphone karena harus mengerjakan tugas yang menumpuk. Keluarga kami juga sedang berduka karena ayah saya meninggal akibat COVID-19.
Di minggu-minggu selanjutnya, pihak sekolah sudah membuat jadwal PJJ, sehingga saya merasa tugas yang diberikan sudah tidak terlalu berat. Saya juga lebih mudah mengatur waktu saya untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru. Oleh karena itu, saya pun sudah bisa membagi waktu saya antara belajar (mengerjakan tugas) dengan bermain handphone. Jika tugas belum selesai, saya tidak akan bermain handphone.
Walaupun merasa sangat malas, saya harus tetap semangat belajar. Ayah saya selalu mendukung saya dan semua saudara saya untuk mencoba hal-hal baru yang positif dan bermanfaat serta memotivasi kita untuk belajar dan jadi yang terbaik. Ayah selalu bilang bahwa kita harus belajar keras sampai kita berada satu langkah di depan orang-orang : "Jika orang baru mengerti A, kita sudah harus mengerti B".
Dengan adanya pandemi COVID-19, saya menjadi lebih dekat dengan keluarga saya. Saya juga bisa mencoba hal-hal baru dari orang-orang terdekat saya. Tapi, saya merindukan teman-teman saya, rindu pergi jalan-jalan, dan lain-lain. Saya pun merasa SANGAT bosan. Dengan adanya PJJ, kita semua tetap bisa belajar dan berkomunikasi dengan guru dan teman-teman. Saya berharap semoga PJJ tetap berlangsung selama kami berada di rumah karrna pandemi COVID-19 agar kami semua (siswa/i) tetap bisa mendapatkan ilmu-ilmu dan wawasan baru dari berbagai bidang
Di rumah, saya suka memasak. Semua resep dari buku resep ibu saya sudah saya coba. Hampir semuanya gagal. Tapi ada beberapa juga yang berhasil. Jika gagal, saya harus tetap memakannya. Tak baik membuang makanan! Jika berhasil, saya membuatnya lagi dengan jumlah yang lebih banyak/besar. Saya juga suka bermain gitar. Saya memainkan lagu-lagu yang sudah saya tau maupun mencoba memainkan lagu-lagu yang saya baru tau. Saya juga sering membuat lagu saya sendiri, tetapi saya langsung lupa 😂.
Sekian cerita pengalaman saya. Semoga pandemi ini bisa berakhir dan semuanya sehat serta berada di dalam lindungan Tuhan. Terima kasih telah membaca blog ini. SAMPAI JUMPAA!!


