sto
Natanael Rogate Pandapotan
Natanael Rogate Pandapotan 9A / 21
Selasa, 30 November 2021
Selasa, 10 Agustus 2021
Sampah Plastik sebagai Isu Utama Lingkungan di Indonesia | Natanael Rogate Pandapotan (9A/21)
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yang saya hormati,
Bapak/Ibu guru dan teman-teman yang saya kasihi.
Pertama-tama,
marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena
atas rahmat dan berkatNya lah kita dapat berkumpul pada kesempatan yang baik
ini dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan suatu apapun.
Pada kesempatan
ini, izinkan saya untuk menyampaikan pandangan mengenai sampah plastik dalam
rangka mengurangi dan mencegah polusi, baik pada tanah, air, maupun udara, dan juga
untuk meningkatkan kebersihan serta kualitas kesehatan lingkungan.
Hadirin yang
berbahagia, kebersihan adalah salah satu isu utama di negara kita ini. Seperti yang
kita ketahui, masalah utama lingkungan di Indonesia adalah banyaknya sampah plastik,
yang tidak hanya menyebabkan polusi dan sumber penyakit bagi masyarakat namun
juga pengolahannya yang belum baik.
Sampah plastik
menyumbang sebesar 17% dari jumlah sampah nasional. Setiap tahunnya, Indonesia
menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik dan 61%nya tidak terkelola.
Banjir yang seringkali
terjadi di kota-kota besar di Indonesia pada umumnya terjadi karena penyumbatan
saluran air yang diakibatkan oleh sampah plastik karena tindakan masyarakat
yang suka membuang sampah sembarangan. Banjir yang merendam jalan dan
permukiman ini mengandung banyak bibit penyakit yang pastinya berbahaya bagi
masyarakat di sekitarnya.
Pencemaran tanah
juga bisa disebabkan oleh sampah plastik. Plastik merupakan barang anorganik
yang memerlukan waktu lama hingga bisa terurai oleh tanah. Bahan-bahan kimia
yang terkandung dalam sampah plastik juga berbahaya bagi tanah dan
mikroorganisme yang terdapat di dalamnya.
Selain merupakan
sarang penyakit, tumpukan sampah plastik dapat menyebabkan polusi berupa bau
tak sedap yang tidak nyaman untuk dihirup. Hasil dari insinerasi sampah plastik
juga merupakan salah satu polusi yang dapat mencemari udara dan berbahaya bagi
pernapasan manusia. Metode insinerasi ini dapat menghasilkan emisi
karbondioksida yang sangat tinggi.
Berdasarkan
perkiraan NPAP (National Plastic Action Partnership) Indonesia pada tahun 2017,
totalnya sebesar 620.000 ton sampah plastik terbuang ke perairan Nusantara.
Jika tidak ada intervensi, akan terjadi peningkatan pada jumlahnya sebesar 30%
pada tahun 2025 menjadi 780.000 ton setiap tahunnya. Hal ini pastinya dapat
merusak ekosistem laut, seperti banyaknya hewan laut yang mati karena tidak
sengaja mengonsumsi sampah plastik dan juga matinya tumbuhan bawah air yang
membantu produksi oksigen laut. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya kadar oksigen
pada air sehingga membahayakan fauna yang ada.
Sampah plastik
dapat memberikan dampak buruk bagi berbagai aspek di kehidupan sehari-hari
kita. Oleh karena itu, saya mengajak Bapak/Ibu guru dan teman-teman sekalian
untuk lebih acuh pada kebersihan lingkungan sekitar dan juga menjaga kebersihan
lingkungan dengan cara mengurangi sampah plastik. Hal ini bisa kita lakukan
dengan cara membuang sampah pada tempatnya, menggunakan produk organik yang
ramah lingkungan, dan menerapkan 3R, yaitu reuse (menggunakan ulang), reduce
(mengurangi), dan recycle (mendaur ulang).
Akhir kata, saya
mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu dan teman-teman sekalian dan
mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian.
Selamat pagi. Terima kasih.
9A / 21
Selasa, 21 Juli 2020
Mengenal Birama Pada Lagu
- Birama 2/4 : Setiap ruas birama terdapat 2 ketukan yang nilainya 1/4
- Birama 3/4 : Setiap ruas birama terdapat 3 ketukan yang nilainya 1/4
- Birama 4/4 : Setiap ruas birama terdapat 4 ketukan yang nilainya 1/4
- Birama 6/8 : Setiap ruas birama terdapat 6 ketukan yang nilainya 1/8
- Birama 2/4 : Hari Merdeka, Cik-Cik Periok, Ampar-Ampar Pisang
- Birama 3/4 : Teguh Kukuh Berlapis Baja, Burung Kakatua, Burung Tantina
- Birama 4/4 : Indonesia Raya, Butet, Ayam Den Lapeh
- Birama 6/8 : Naik Naik ke Puncak Gunung
Sabtu, 09 Mei 2020
PENGALAMANKU MENGIKUTI PJJ DARI RUMAH
Pada minggu pertama pelaksanaan PJJ, belum ada jadwal pembelajaran. Jadi, saya merasa bingung karena ada banyak tugas dari berbagai mata pelajaran yang diberikan dalam satu hari. Saya sangat sulit membagi waktu saya untuk mengerjakan tugas yang sangat banyak jumlahnya. Tadinya saya mengira bahwa saya bisa bermain handphone saya sampai puas. Tapi kenyataannya, pada minggu pertama saya tidak terlalu sering bermain handphone karena harus mengerjakan tugas yang menumpuk. Keluarga kami juga sedang berduka karena ayah saya meninggal akibat COVID-19.
Di minggu-minggu selanjutnya, pihak sekolah sudah membuat jadwal PJJ, sehingga saya merasa tugas yang diberikan sudah tidak terlalu berat. Saya juga lebih mudah mengatur waktu saya untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru. Oleh karena itu, saya pun sudah bisa membagi waktu saya antara belajar (mengerjakan tugas) dengan bermain handphone. Jika tugas belum selesai, saya tidak akan bermain handphone.
Walaupun merasa sangat malas, saya harus tetap semangat belajar. Ayah saya selalu mendukung saya dan semua saudara saya untuk mencoba hal-hal baru yang positif dan bermanfaat serta memotivasi kita untuk belajar dan jadi yang terbaik. Ayah selalu bilang bahwa kita harus belajar keras sampai kita berada satu langkah di depan orang-orang : "Jika orang baru mengerti A, kita sudah harus mengerti B".
Dengan adanya pandemi COVID-19, saya menjadi lebih dekat dengan keluarga saya. Saya juga bisa mencoba hal-hal baru dari orang-orang terdekat saya. Tapi, saya merindukan teman-teman saya, rindu pergi jalan-jalan, dan lain-lain. Saya pun merasa SANGAT bosan. Dengan adanya PJJ, kita semua tetap bisa belajar dan berkomunikasi dengan guru dan teman-teman. Saya berharap semoga PJJ tetap berlangsung selama kami berada di rumah karrna pandemi COVID-19 agar kami semua (siswa/i) tetap bisa mendapatkan ilmu-ilmu dan wawasan baru dari berbagai bidang
Di rumah, saya suka memasak. Semua resep dari buku resep ibu saya sudah saya coba. Hampir semuanya gagal. Tapi ada beberapa juga yang berhasil. Jika gagal, saya harus tetap memakannya. Tak baik membuang makanan! Jika berhasil, saya membuatnya lagi dengan jumlah yang lebih banyak/besar. Saya juga suka bermain gitar. Saya memainkan lagu-lagu yang sudah saya tau maupun mencoba memainkan lagu-lagu yang saya baru tau. Saya juga sering membuat lagu saya sendiri, tetapi saya langsung lupa 😂.
Sekian cerita pengalaman saya. Semoga pandemi ini bisa berakhir dan semuanya sehat serta berada di dalam lindungan Tuhan. Terima kasih telah membaca blog ini. SAMPAI JUMPAA!!




