Selasa, 10 Agustus 2021

Sampah Plastik sebagai Isu Utama Lingkungan di Indonesia | Natanael Rogate Pandapotan (9A/21)

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati, Bapak/Ibu guru dan teman-teman yang saya kasihi.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat dan berkatNya lah kita dapat berkumpul pada kesempatan yang baik ini dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan suatu apapun.

Pada kesempatan ini, izinkan saya untuk menyampaikan pandangan mengenai sampah plastik dalam rangka mengurangi dan mencegah polusi, baik pada tanah, air, maupun udara, dan juga untuk meningkatkan kebersihan serta kualitas kesehatan lingkungan.

Hadirin yang berbahagia, kebersihan adalah salah satu isu utama di negara kita ini. Seperti yang kita ketahui, masalah utama lingkungan di Indonesia adalah banyaknya sampah plastik, yang tidak hanya menyebabkan polusi dan sumber penyakit bagi masyarakat namun juga pengolahannya yang belum baik.

Sampah plastik menyumbang sebesar 17% dari jumlah sampah nasional. Setiap tahunnya, Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik dan 61%nya tidak terkelola.

Banjir yang seringkali terjadi di kota-kota besar di Indonesia pada umumnya terjadi karena penyumbatan saluran air yang diakibatkan oleh sampah plastik karena tindakan masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan. Banjir yang merendam jalan dan permukiman ini mengandung banyak bibit penyakit yang pastinya berbahaya bagi masyarakat di sekitarnya.

Pencemaran tanah juga bisa disebabkan oleh sampah plastik. Plastik merupakan barang anorganik yang memerlukan waktu lama hingga bisa terurai oleh tanah. Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam sampah plastik juga berbahaya bagi tanah dan mikroorganisme yang terdapat di dalamnya.

Selain merupakan sarang penyakit, tumpukan sampah plastik dapat menyebabkan polusi berupa bau tak sedap yang tidak nyaman untuk dihirup. Hasil dari insinerasi sampah plastik juga merupakan salah satu polusi yang dapat mencemari udara dan berbahaya bagi pernapasan manusia. Metode insinerasi ini dapat menghasilkan emisi karbondioksida yang sangat tinggi.

Berdasarkan perkiraan NPAP (National Plastic Action Partnership) Indonesia pada tahun 2017, totalnya sebesar 620.000 ton sampah plastik terbuang ke perairan Nusantara. Jika tidak ada intervensi, akan terjadi peningkatan pada jumlahnya sebesar 30% pada tahun 2025 menjadi 780.000 ton setiap tahunnya. Hal ini pastinya dapat merusak ekosistem laut, seperti banyaknya hewan laut yang mati karena tidak sengaja mengonsumsi sampah plastik dan juga matinya tumbuhan bawah air yang membantu produksi oksigen laut. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya kadar oksigen pada air sehingga membahayakan fauna yang ada.

Sampah plastik dapat memberikan dampak buruk bagi berbagai aspek di kehidupan sehari-hari kita. Oleh karena itu, saya mengajak Bapak/Ibu guru dan teman-teman sekalian untuk lebih acuh pada kebersihan lingkungan sekitar dan juga menjaga kebersihan lingkungan dengan cara mengurangi sampah plastik. Hal ini bisa kita lakukan dengan cara membuang sampah pada tempatnya, menggunakan produk organik yang ramah lingkungan, dan menerapkan 3R, yaitu reuse (menggunakan ulang), reduce (mengurangi), dan recycle (mendaur ulang).

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu dan teman-teman sekalian dan mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian.

Selamat pagi. Terima kasih.


Natanael Rogate Pandapotan
9A / 21

Selasa, 21 Juli 2020

Mengenal Birama Pada Lagu


Halo semuanyaaa...! Apa kabar? Semoga di masa pandemi ini kita semua tetap sehat dan dilindungi Tuhan ya.. Kali ini kita akan membahas tentang birama pada lagu. Yuk simak penjelasannya !


APA SIH BIRAMA ITU??
Birama adalah suatu bagian yang merupakan tanda yang menunjukkan atau menentukan jumlah ketukan pada setiap bagian tersebut. Setiap ruas birama dibatasi oleh garis vertikal yang disebut garis birama. Lagu pendek terdiri atas 8 atau 16 birama. Lagu standar terdiri atas 32 birama

MACAM - MACAM BIRAMA :
  1. Birama 2/4 : Setiap ruas birama terdapat 2 ketukan yang nilainya 1/4
  2. Birama 3/4 : Setiap ruas birama terdapat 3 ketukan yang nilainya 1/4
  3. Birama 4/4 : Setiap ruas birama terdapat 4 ketukan yang nilainya 1/4
  4. Birama 6/8 : Setiap ruas birama terdapat 6 ketukan yang nilainya 1/8
CONTOH - CONTOH LAGU :
  1. Birama 2/4 : Hari Merdeka, Cik-Cik Periok, Ampar-Ampar Pisang
  2. Birama 3/4 : Teguh Kukuh Berlapis Baja, Burung Kakatua, Burung Tantina
  3. Birama 4/4 : Indonesia Raya, Butet, Ayam Den Lapeh
  4. Birama 6/8 : Naik Naik ke Puncak Gunung

Sekian informasi dari saya. Semoga bisa membantu teman-teman semua yaaa... Sampai jumpa!!

~Natanael Rogate Pandapotan~

Sabtu, 09 Mei 2020

PENGALAMANKU MENGIKUTI PJJ DARI RUMAH

Halo semuanya! Saya Natanael Rogate Pandapotan. Saya masih berusia 13 tahun yang duduk di kelas 7. Karena ada pandemi COVID-19 ini, semua siswa harus mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah mereka masing-masing. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya selama mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah.

Pada awalnya, saya masih merasa senang karena tidak perlu datang ke sekolah. Saya bisa bermain handphone sampai puas dan mengira bahwa tugas yang diberikan tidak terlalu banyak. Tapi, lama-kelamaan, saya menjadi sangat bosan di rumah. Kita semua tak bisa pergi keluar rumah karena persebaran COVID-19 sudah makin luas. Oleh sebab itu, kami semua tak berani keluar rumah.


Pada minggu pertama pelaksanaan PJJ, belum ada jadwal pembelajaran. Jadi, saya merasa bingung karena ada banyak tugas dari berbagai mata pelajaran yang diberikan dalam satu hari. Saya sangat sulit membagi waktu saya untuk mengerjakan tugas yang sangat banyak jumlahnya. Tadinya saya mengira bahwa saya bisa bermain handphone saya sampai puas. Tapi kenyataannya, pada minggu pertama saya tidak terlalu sering bermain handphone karena harus mengerjakan tugas yang menumpuk. Keluarga kami juga sedang berduka karena ayah saya meninggal akibat COVID-19.

Di minggu-minggu selanjutnya, pihak sekolah sudah membuat jadwal PJJ, sehingga saya merasa tugas yang diberikan sudah tidak terlalu berat. Saya juga lebih mudah mengatur waktu saya untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru. Oleh karena itu, saya pun sudah bisa membagi waktu saya antara belajar (mengerjakan tugas) dengan bermain handphone. Jika tugas belum selesai, saya tidak akan bermain handphone.

Walaupun merasa sangat malas, saya harus tetap semangat belajar. Ayah saya selalu mendukung saya dan semua saudara saya untuk mencoba hal-hal baru yang positif dan bermanfaat serta memotivasi kita untuk belajar dan jadi yang terbaik. Ayah selalu bilang bahwa kita harus belajar keras sampai kita berada satu langkah di depan orang-orang : "Jika orang baru mengerti A, kita sudah harus mengerti B".

Dengan adanya pandemi COVID-19, saya menjadi lebih dekat dengan keluarga saya. Saya juga bisa mencoba hal-hal baru dari orang-orang terdekat saya. Tapi, saya merindukan teman-teman saya, rindu pergi jalan-jalan, dan lain-lain. Saya pun merasa SANGAT bosan. Dengan adanya PJJ, kita semua tetap bisa belajar dan berkomunikasi dengan guru dan teman-teman. Saya berharap semoga PJJ tetap berlangsung selama kami berada di rumah karrna pandemi COVID-19 agar kami semua (siswa/i) tetap bisa mendapatkan ilmu-ilmu dan wawasan baru dari berbagai bidang



Di rumah, saya suka memasak. Semua resep dari buku resep ibu saya sudah saya coba. Hampir semuanya gagal. Tapi ada beberapa juga yang berhasil. Jika gagal, saya harus tetap memakannya. Tak baik membuang makanan! Jika berhasil, saya membuatnya lagi dengan jumlah yang lebih banyak/besar. Saya juga suka bermain gitar. Saya memainkan lagu-lagu yang sudah saya tau maupun mencoba memainkan lagu-lagu yang saya baru tau. Saya juga sering membuat lagu saya sendiri, tetapi saya langsung lupa 😂.

Sekian cerita pengalaman saya. Semoga pandemi ini bisa berakhir dan semuanya sehat serta berada di dalam lindungan Tuhan. Terima kasih telah membaca blog ini. SAMPAI JUMPAA!!

Selasa, 28 April 2020

Menulis Puisi Rakyat | Pantun, Syair, dan Gurindam


Halo semuanyaaa.... Saya Natanael Rogate Pandapotan. Kali ini saya akan menulis berbagai macam/jenis puisi rakyat. Yuk disimak contoh-contohnya!

Pantun
Jalan-jalan sama Si Nina
Di jalan melihat sampah
Karena mewabah virus corona
Tetaplah engkau berada di rumah

Syair
Tetaplah engkau berada di rumah
Karena virus corona sedang mewabah
Patuhilah aturan pemerintah
Janganlah engkau membantah

Gurindam
Jika masyarakat tak mau menjaga jarak
Pasien COVID-19 akan membeludak

Sekian dari saya. Semoga bermanfaat yaa....😁

Natanael Rogate Pandapotan
7D /22